www.sbi-pusat.com – Syaikhona Badri Mashduqi adalah Guru Tarekat Kiai Harits bin Abdul Hamid (Lumajang). Kiai Harits di antara Kiai yang telah dibaiat menjadi Muqaddam Thariqah Tijani oleh Syaikh Badri.

Syaikh Badri sebagai Guru Tarekatnya sangatlah perhatian agar bagaimana pengamalan tarekat betul-betul jadi kunci utama dan pedoman hidup yang selalu mengakar dalam jati diri si pengamal tarekat. Lebih-lebih sebagai Muqaddam agar tarekatnya selalu bermuara kepada rujukan yang benar. Inilah cara bagaimana ketersambungan batin kepada Sang Maha Kuasa, Allah SWT, selalu dan terus tak terputus. Berikut wasiat-wasiat tarekat Syaikh Badri Mashduqi kepada santri tarekatnya (Kiai Harits bin Abdul Hamid) :

Dulu al-Mukarram (Syaikh Badri Mashduqi), waktu saya sowan, beliau pernah berwasiat berulang kali tiap menghadap ke beliau (baca : cabis), begini dauhnya : “Tarekat itu harus punya 3 macam dasar pokok : 1.Guru yang muttashil (bersambung) dengan Rasulullah SAW. dalam memberikan ijazah tarekat; 2.Ada wirid-nya yang diamalkan secara istiqamah; 3.Ada kitab-nya yang menjadi dasar (rujukan). Jadi apabila salah satunya tidak terpenuhi, berarti bukan tarekat namanya.”

Ini lagi wasiat tarekat Syaikh Badri Mashduqi kepada santri tarekatnya (Kiai Harits) :

“Cong ! Dika norok tarekat ajjek letolean pon ka kanan ka kacer, paloros, pajejjer, mantep dek Saikh Ahmad Tijani r.a, tak usa akaca oreng, tapeh akaca de’ kitab se teppa’ bein. Oreng se tabiatta tasalsul tak bisa depa’ dha’ Alloh, Cong ! (Nak ! Kamu ikut tarekat tidak usah toleh-toleh ke kanan dan ke kiri, (yakni) luruskan, mantapkan ke Syaikh Ahmad Tijani r.a, tidak usah bercermin (kepada) orang, tapi bercerminlah kepada kitab yang benar saja. Orang yang bertabiat tasalsul tidak mungkin sampai sampai kepada Allah, nak)”.

Lumajang, 12 Juli 2017

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here