KH.Badri Mashduqi mempunyai tradisi ziarah ke maqbaroh (makam) orang tua, guru dan para muqaddam Tijaniyah. Ziarah ke ibundanya, Nyai Fatmah Maward, Kiai Badri jalan kaki sambil memangku pundak serorang santrinya bernama Abdul Aziz Afif, antara jarak tempuh sekitar 500 meter dari Pesantren Badridduja ke maqbaroh ibundanya, Nyai Fatmah Mawardi, yang sekarang berada di lokasi Pondok Pesantren Al-Mashduqiah Patokan Kraksaan Probolinggo.

Ziarah KH.Badri Mashduqi kepada beberapa gurunya, Abdul Aziz Afif (Kotaanyar Probolinggo) menuturkan tentang tradisi ziarah KH.Badri Mashduqi, “Jika sudah selesai kegiatan khataman kitab di bulan Ramadlan (khataman Ramadlan sampai 25), pukul 12 malamnya, KH.Badri Mashduqi berangkat ziarah ke sejumlah maqbaroh guru-guru dan para muqaddam Tijaniyah. Di antaranya, ke maqbaroh guru, KH.Hasan Sepuh Genggong dan KH.Zaini Mun’im Paiton Probolinggo. Ziarah kepada para muqaddam Tijani, di antaranya, ke maqbaroh KH.Khozin Syamsul Mu’in di Blado Wetan Banyuanyar, KH.Abdullah Abu Hasan di Sidodadi Paiton dan KH.Bahar.

Kraksaan, 21 Januari 2018

Penulis Saifullah
Publisher Abdullah Afyudi

Facebook Comments
Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here