Home / Kajian SBI / Syiiran Nyai Fatmah Mawardi Tentang Rotibul Qur’an

Syiiran Nyai Fatmah Mawardi Tentang Rotibul Qur’an

Raje ongghu kautamaanna
Oreng se bajeng maca Qur’an-na

Sobur ben molje dhe’ ana’ potona
Pekker ngarena pas daddi contona

Pas tore perhateyagi ongghu
Arotib Qur’an jhe’ gu-ragu

Bagi eator lamon arotib
Pembacaanna kodu patartib

Surat Fatiha are Jum’atta
Sampe’ dhe’ An’am neka samporna

Surat al-An’am e are Sabto
Sampe’ dhe’ Yunus neka patanto

E are Ahad Yunus surat-na
Dhe’ surat Thoha pengabisanna

Pas surat Thoha are Senin-na
Sampe’ Ankabut neka totokka

Surat Ankabut e Selasa-na
Surat Zumara are Rebbuna

Kamis Waqi’ah pasampe’ tammat
Pas nganthang pole e are Jum’at

Sarta papadhe paraturanna
Dhe’ cara-cara se pertamana

Raje ongguan kaberkatanna
Dhe’ ana’ poto sanget moljena

 

Syi’iran Nyai Fatmah, dengan berbahasa Madura, bagi kalangan Madura akan memungkinkan untuk bisa dipahami dengan keindahan bahasanya. Tapi untuk sebagian kalangan yang tidak berkemampuan dengan bahasa Madura terasa sulit untuk dipahami. Karena itulah—dengan tidak mengurangi nilai rasa serta keindahan syi’iran Nyai Fatmah— penulis berupaya menuliskan dengan versi bahasa Indonesia, berdasarkan baris-baris syi’iran Nyai Fatmah tersebut, berikut ini:

Besar sungguh keutamaannya
Orang yang rajin baca Qur’annya

Subur dan mulia ke anak turunnya
Mikir rencana lantas jadi contohnya

Marilah perhatikan sungguh
Me-rotib Qur’an jangan ragu-ragu

Bagilah diatur jika me-rotib
Pembacaannya haruslah tertib

Surat Fatihah hari Jum’atnya
Sampai An’am sempurnakannya

Surat An’am di hari Sabtu
Sampai Yunus ini menentu

Di hari Ahad Yunus suratnya
Sampai Thoha penghabisannya

Terus surat Thoha hari Seninnya
Sampai Ankabut ini akhirnya

Surat Ankabut di Selasanya
Surat az-Zumar di hari Rabunya

Kamis Waqi’ah sampailah tammat
Terus mulai lagi di hari Jum’at

Serta samakan peraturannya
Pada cara-cara yang pertamanya

Besar sungguh keberkatannya
Ke keturunan amat mulianya

Jadi, melaui syi’iran-syi’iran Nyai Fatmah dengan bahasa Madura dapatlah dipahami bahwa beliau adalah sosok wanita atau ulama perempuan yang memiliki aktivitas membaca Al-Qur’an dalam seminggu sekali khatam. Karena beliau cinta seni dan berbakat dalam bersyair, maka aktivitas khataman Al-Qur’an beliau tuangkan melalui syiirannya. Almarhumah Almaghfurlaha Nyai Fatmah Mawardi sebagai salah satu leluhur pondok pesantren Badridduja, Kraksaan, Probolinggo, sepanjang hidupnya tidak pernah lepas dari aktivitas membaca Al-Qur’an. Untuk hari Jum’at dimulai dari surat Al-Fatihah sampai surat Al-An’am, hari Sabtu dari Surat Al-An’am sampai surat Yunus, hari Ahad dari surat Yunus sampai surat Thoha, hari Senin dari surat Thoha sampai surat Al-Ankabut, hari Selasa dari surat Al-Ankabut sampai surat Az-Zumar, hari Rabu dari surat az-Zumar sampai surat Waqi’ah, dan hari Kamis dari surat Waqi’ah sampai surat An-Nas. Dengan Rotibul Qur’an, besar harapan bagi Nyai Fatmah Mawardi untuk melahirkan keturunan yang mulia.

Kraksaan, 18 Muharram 1440 H./27 September 2018 M.

Saifullah (Ketua Syaikh Badri Institute)

About admin

Check Also

Museum KH.Badri Mashduqi

Museum KH.Badri Mashduqi yang diprogram lembaga SBI (Syaikh Badri Institute) amatlah berharga dan menjadi kenangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *