KH.Badri Mashduqi Sang Guru Bangsa

Sebelum Gus Dur lengser dari jabatannya sebagai Presiden RI. Yakni sebelum acar Idul Khatmi Tarekat Tijaniyah di Cimahi, Bogor, KH.Badri Mashduqi mendatangi KH.Syukron Makmun, muballigh kondang di Jakarta. Kala itu, KH.Badri Mashduqi diantar ke dalem KH.Syukron Makmun oleh ajudan Dirjen Pajak dengan mobil Kiai Badri sendiri. Sopirnya bernama Zainul. Sesampainya …

Read More »

Niatnya Orang Masuk Nu Dan Kharisma Alim Ulama

Dikutip dari prasaran Almarhum KH.Badri Mashduqi, sewaktu beliau menjadi pengurus sebagai Rais Tsalis NU Wilayah Jawa Timur (judul: “Prasaran KH.Badri Mashduqi, Wakil Rais Tsalis Syuriyah Wilayah NU Jawa Timur”, Kraksaan, 25 Mei 1979 M./28 J.Akhir 1399 H.): “Orang masuk NU itu niatnya macam-macam. Ada yang ikhlas karena Allah, dia sadar, …

Read More »

Tentang Doa Yang Dikabulkan Dan Doa Yang Ditolak Oleh Allah

KH.Badri Mashduqi (Muqaddam Tarekat Tijaniyah dan Pendiri Pondok Pesantren Badridduja Kraksaan Probolinggo) memberikan pernyataan tentang diterima dan ditolaknya doa oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tentang Diterimanya Doa KH.Badri Mashduqi mengartikan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Rabi,’ berikut ini: “Hendaklah kalian itu merintih-rintih dalam berdoa kepada Tuhanmu seperti anak kecil …

Read More »

KH.Tauhidullah Badri, B3M dan Cita-cita Besar Alm.KH.Badri Mashduqi untuk Dakwah Islam Global

KH.Tauhidullah Badri mempunyai cita-cita besar agar dahwah Islam tidak sebatas selesai dalam pengajian-pengajian atau Majelis-majelis Ta’lim. Harapan beliau agar dakwah Islam lebih luas meliputi berbagai bidang, seperti, kepemudaan, perekonomian, kajian dan keilmuan serta bidang-bidang lainnya. Di samping itu, keorganisasiannya, manajemen serta administrasi dan sumber daya manusia yang meliputi kepengurusannya lebih …

Read More »

Menarik Program Syuriyah NU Jawa Timur pada Tahun 1980 di Ponorogo

Konferensi NU Wilayah Jawa Timur yang berlangsung pada 6-8 Juni 1980, di Ponorogo. Pentingnya penulis tulis kembali dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana program NU Wilayah Jawa Timur di masa dulu. Selain itu, melalui artikel untuk menambah atau melengkapi informasi-informasi kegiatan NU, yang kemungkina adanya dokumentasi NU yang sekarang belum …

Read More »

Susunan Pengurus Nahdlatul Ulama Wilayah Jawa Timur Periode 198o/1984

I. PENGURUS SYURIYAH NU Rois : KH.Machrus Aly Rois Awal: KH.Adelan Aly Rois Tsani: KH.Chamim Syahid Rois Tsalits: KH.Badri Mashduqi Rois Robi’: KH.Tohir Syamsuddin Katib: KH.M.Imron Chamzah Katib Awal: H.Abd.Wahid Zaini, BA. Katib Tsani: H.Abdullah Maksum A’wan-a’wan: KH. As’ad Syamsul Atifin KH. Hamiduddin KH. Nadjib Wahab KH. Mas Nur KH. …

Read More »

Menyikapi Perbedaan Pendapat Ala Kh.Badri Mashduqi

Sudah tidak asing di banyak kalangan tentang sosok KH.Badri Mashduqi. Selain beliau dikenal ‘Alim, sufi, kemampuan berpendapat—maaf bukan pendapatan—dan beliau pun sangat menghargai perbedaan pendapat orang lain, seraya dia tetap menyayangi kepada yang lebih muda dan menghormati kepada yang lebih tua. Banyak kalangan, mulai dari kalangan Ulama, Kiai, Habaib dan …

Read More »

Lingkaran Bacaan Kh.Badri Mashduqi

KH.Badri Mashduqi mempunyai minat baca yang tinggi. Sewaktu di Pesantren, beberapa teman sepondoknya menyaksikan, betapa Kiai Badri amat besar minat bacanya. Tidak hanya bacaan berupa kitab, terhadap bacaan seperti buku umum dan majalah pun beliau menjadikannya sebagai bacaan-bacaan yang amat berharga. Begitu besar minat baca Kiai Badri. Teman sepondoknya di …

Read More »

Merawat Mahabbah Syaikhona Badri Mashduqi

Pentingnya merawat mahabbah ila Syaikhina Badri Mashduqi. Bisa dilihat dari tersebarnya santri-santri beliau yang tersebar di nusantara (Indonesia) bahkan kemungkinan terdapat santri-santri beliau di Manca Negara, seperti di Singapura dan Malaysia. Bagi mereka, dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari tidak lepas dari peran Almarhum Syaikh Badri Mashduqi selama mereka mondok di pesantren …

Read More »

Kiai Badri, Madrasah Asas, Dan Kiprah Lulusan Madrasah Asas Di Masyarakat

Kealiman KH.Badri Mashduqi tidaklah asing di Indonesia. Beliau juga dikenal sebagai “Singa Bahtsul Masa’il.” Pendiri Pesantren Badridduja ini sangat haus untuk mengembangkan lembaga-lembaga pendidikan di Pesantren yang diasuhnya. Setelah beliau mendirikan lembaga-lembaga pendidikan, mulai dari tingkat anak-anak, Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), …

Read More »