Home / Berita Dan Opini / IMPLIKASI AJARAN DAN PRAKTIK TAREKAT KH.BADRI MASHDUQI DALAM KEHIDUPAN SOSIAL KEMASYARAKATAN

IMPLIKASI AJARAN DAN PRAKTIK TAREKAT KH.BADRI MASHDUQI DALAM KEHIDUPAN SOSIAL KEMASYARAKATAN

KH.Badri Mashduqi adalah Muqaddam yang intelektual dan intelektual muqaddam. Ketika Tarekat Tijaniyah mendapat tentangan dari berbagai kalangan mengenai ke- mu’tabarah-an atau keabsahannya, maka KH.Badri Mashduqi membelanya dengan cara yang efektif, yakni—sebagaimana diakui KH.Moh.Tijani Jauhari, MA. (Pengasuh Pesantren Al-Amien Prenduan dan Muqaddam Tarekat Tijaniyah Madura)—tidak hanya lewat ceramah yang sifatnya doktriner dan monologis, tetapi juga lewat dialog, seminar, dan makalah. Lewat kegiatan tarekat inilah, KH.Badri Mashduqi menyampaikan pikiran-pikirannya yang brilian, sistematis, dan senantiasa merujuk pada Al-Qur’an dan al-Hadits, pendapat para ulama dan kitab-kitab mu’tabarah.

KH.Badri Mashduqi juga dikenal—seperti dinyatakan oleh KH.Tauhidullah Badri, pengasuh Pesantren Badridduja periode setelah kepemimpinan KH.Badri Mashduqi—sebagai tokoh yang “multidimensi”. Aktivitas dan kiprah beliau sangat luas, meliputi beberapa aspek: beliau ngopeni dan membina NU, aktif di politik, aktif dalam pendidikan sebagai pengasuh Pesantren Badridduja dan dosen Ma’had Ali, dan juga sebagai pemimpin Thariqah Tijaniyah (Muqaddam dan Khalifah Thariqah Tijaniyah di Indonesia). Begitu juga kiprah beliau dalam dunia keilmuan dan dakwah (halaqah/seminar, dan bahtsul masail). Belum lagi aktivitas sehari-hari beliau yang sangat padat, dari mengajar, memberi pengajian, atau membina masyarakat, menerima tamu dengan berbagai keperluan (dari partai sampai pejabat), semuanya beliau lakukan tanpa merasa terbebani.

Dalam rangka Idul Khatmi Tarekat Tijaniyah yang ke-144 di Pesantren Buntet, Cirebon, pada tahun 1987, diselenggarakan acara seminar. Seminar ini menampilkan tiga pembicara dari berbagai pihak: 1.KH.Husein Muhammad dari Pesantren Arjawinangun, Cirebon, mewakili pihak penentang Tijaniyah; 2.KH.Badri Mashduqi, pengasuh Pesantren Badridduja, Kraksaan, Probolinggo, mewakili pihak penganut (Muqaddam) Tijaniyah; dan 3.Martin van Bruinessen, mewakili pengamat dan peneliti tarekat dari Belanda. Dengan demikian menunjukkan, intelektualitas tarekat KH.Badri Mashduqi diakui oleh berbagai kalangan.

Implikasi ajaran dan praktik tarekat KH.Badri Mashduqi membawa pengaruh besar terhadap keberagamaan di Indonesia, bahkan sampai Manca Negara, seperti Singapura dan Malaysia, sehingga Tarekat Tijaniyah yang pada masa dulu mendapat tentangan dari berbagai kalangan, hampir-hampir tarekat ini mau dikeluarkan dari deretan Jam’iyyah Ahl at-Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah, kini Tarekat Tijaniyah sudah tidak lagi menjadi polemik dan malah pengaruhnya kepada masyarakat dan di Nusantara (Indonesia) amat terasa. KH.Badri Mashduqi menyatakan:

“Tarekat itu akan membawa rahmat, thuma’ninah dan sakinah, bahkan akan menciptakan suasana sejuk yang penuh syafaat dan manfaat yang dirasakan oleh alam sekitarnya dan di luarnya asal melalui prosedur dan tata tertib yang sebenarnya.”

Tentang kaitan tarekat dengan sumber daya manusia, KH.Badri Mashduqi menyatakan:

“Kaitannya tarekat dengan sumber daya manusia itu jelas. Orang yang berusaha dan getol dalam usahanya untuk menumbuhkan syajaratuh ma’rifah pasti akan berusaha untuk menjadi orang yang tu’thi ukulaha kulla khinin, akan berusaha untuk menjadi khoirukum anfa’ukum linnas. Problematika sosial, keamanan dan ketertiban akan terkontrol karena hatinya sudah punya filter sehingga mengurangi kebrutalan, kegelisahan dan kekerasan seperti sporter sepak bola dan kenakalan remaja, seandainya mereka masuk tarekat, mereka akan menjadi baik, tenteram dan bahagia.”

Dalam menjalankan praktik tarekat, KH.Badri Mashduqi adalah sosok yang moderat. Terhadap politik pun beliau tidak ekstrem. Sebagaimana pernyataanya:

“Saya—H.Badri Mashduqi—memilih Tarekat Tijani karena menurut hemat saya tarekat ini tidak ekstrem terhadap pemerintah, malah moderat dengan bukti bahwa Syaikh Ahmad bin Muhammad at-Tijani bekerja sama dengan Sultan Sulaiman. Bahkan Syaikh Ahmad Sukairij menjadi hakim tinggi di pemerintahan pada zamannya dan masih banyak tokoh-tokoh Tijani lainnya yang bergandengan tangan dengan pemerintah, seperti khalifah Ibrahim Niyas dengan Presiden Sinegal.”

Namun demikian, sosok KH.Badri Mashduqi tetap tegas dalam menyikapi bagaimana hubungan tarekat dengan politik. Baginya, hubungan tarekat dengan politik tetap dalam rangka menegakkan Amar ma’ruf nahi munkar. Berikut KH.Badri Mashduqi menyatakan:

“Antara tarekat dan politik itu jauh. Ahlu at-Thariqah tak ada kaitannya dengan politik. Sebab politik itu kaitannya dengan kekuasaan. Jadi politik sangat tabu bagi pengikut tarekat kecuali hubungan tatekat dan politik itu ada kaitannya dengan Amar ma’ruf nahi munkar. Lihat kitab Yas-alunaka fiddin wal hayat. Seperti negara Afrika Utara pernah melawan penjajah tentara Perancis. Seandainya tidak ada tekanan perlawanan dari Afrika Utara, maka Afrika Utara itu sudah dikuasai oleh Perancis yang Nashara itu.”

Dengan demikian, implikasi ajaran dan praktik tarekat KH.Badri Mashduqi memberikan dampak terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan. Prinsip inilah selaras dengan pesan Rasulullah Saw. kepada Syaikh Ahmad at-Tijani, sebagai berikut: “Tekunilah tarekat ini tanpa berkhalwat atau mengisolasi diri dari kehidupan sosial kemasyarakatan, sampai kamu mencapai kedudukan yang telah dijanjikan kepadamu dengan tenang, tidak merasa sempit, tidak merasa sedih dan tidak pula banyak berusaha keras.” (Harazim, 1984: 43).

Karena itulah KH.Badri Mashduqi, dalam sebuah kaset rekamannya yang sebagian isinya penulis tulis kembali, berikut ini:

“…Pemerintah tidak akan rugi dengan adanya tarekat Tijani. Kalau semuanya masuk, untung pemerintah, kejahatan tidak akan ada di bumi Indonesia”

About admin

Check Also

Agenda Penulisan Buku Sejarah Tarekat Tijaniyah di Indonesia dan Tokoh-Tokohnya

Dalam rangka mengabadikan dan mengetahui serta meneladani peranan tokoh-tokoh (Muqaddam/Muqaddamah) Tarekat Tijaniyah di Indonesia, lembaga …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *