Home / Kajian SBI / DAWUH KH.BADRI MASHDUQI TENTANG MUDAHNYA MENGAMALKAN WIRID TAREKAT TIJANI

DAWUH KH.BADRI MASHDUQI TENTANG MUDAHNYA MENGAMALKAN WIRID TAREKAT TIJANI

Mengamalkan tarekat Tijani sebenarnya tidaklah merepotkan. Bagi para petani, pedagang, pengusaha dan lain sebagainya, mereka mengamalkan wirid tarekatnya tidak merepotkan. Intinya, amalan tarekat Tijani itu mudah untuk diamalkan bagi siapa saja. Dalam hal ini perlu dipahami, bahwa KH.Badri Mashduqi lebih memberikan motivasi atau semangat bagi pengamal tarekat Tijani atau siapa saja yang ingin masuk dalam tarekat Tijani. Berikut dawuh KH.Badri Mashduqi dalam sebuah kaset rekamannya, yang sebagian penulis tulis kembali:

“Tarekat Tijani ini tarekat santai, gampang, kenneng kala’ ye-taye, (bahasa Madura. Baca, bisa diamalkan dengan mudah atau santai). Mengapa santai? Sebab memang hidup di akhir zaman ini penuh tantangan. Manusia itu banyak kerepotan.”

“Bila kelak sudah tiba akhir zaman, kehidupan manusia tidak seperti sekarang, orang duduk nongkrong, jadi kiai, ndak memikirkan kasab bisa, tapi kata nabi, kalau sudah ada ketentuan harus cari uang untuk urusan agama dan dunia.”

“Saya sendiri waktu dulu pikir-pikir cari tarekat, tarekat apa kira-kira ini yaa… Saya ingin supaya wushul kepada Allah, tapi kalau terlalu banyak sampai 10.000, 100.000, ndak kuat juga ini. Cari yang ringan, santai-santai, kala’ ye-taye. Lantas saya pikir-pikir, ndak ada kalau cari tarekat yang paling tidak menggangu kerepotan kewajiban hidup ini (red.). Sebab saya ini kalau masuk tarekat, ingin ngajak orang, kira-kira yang diajak supaya tidak berat. Kata Rasulullah: Idza amma akhadzukum falyukhaffif. Jika kamu jadi imam, jangan semaunya sendiri. Jadi imam terus baca surat Baqarah, yang di belakang ndak tahu ini ada orang sakit, mau pergi ke pasar, ditinggal sendirian imamnya itu. Shallahu robbuna ka’adha’ di belakang.”

Dari dawuh KH.Badri Mashduqi tersebut, dapat kita pahami bahwa mengamalkan tarekat Tijani sebenarnya tidak memberatkan. Apalagi di zaman sekarang yang serba kerepotan, serba sibuk oleh berbagai kegiatan dan lain sebagainya. Berikut dawuh KH.Badri Mashduqi seraya memberikan semangat untuk tetap istiqomah mengamalkan tarekat Tijani:

“Kaule atanya’a, bhe’ bedhe’e reng noro’ tarekat Tijani aganggu ka kalakoan se tani, aganggu pertanian. Bedhe…? Benynya’ ikhwan se dhari Sorbaja, pola se dhari Sorbaja maso’ tarekat Tijani pas ambu ka pasar…? (Saya mau bertanya, apakah ada orang yang tarekat Tijani lantas mengganggu pekerjaan yang tani, mengganggu pertanian. Ada…? Banyak ikhwan yang dari Surabaya, mungkin yang dari Surabaya masuk tarekat Tijani lantas berhenti ke pasar…?”

Dari dawuh-dawuh KH.Badri Mashduqi tersebut dapatlah memberikan semangat kepada kita, khususnya bagi pengamal tarekat Tijani, bahwa mengamalkan tarekat Tijani amat ringan untuk diamalkan. Dengan demikian diharapkan dari dawuh beliau tersebut pengamal tarekat Tijani lebih istiqomah dan semakin mantap mengamalkannya.

 

About admin

Check Also

Museum KH.Badri Mashduqi

Museum KH.Badri Mashduqi yang diprogram lembaga SBI (Syaikh Badri Institute) amatlah berharga dan menjadi kenangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *