Home / Kajian SBI / Atensi KH.Badri Mashduqi Dan Nyai Fatmah Mawardi Terhadap Al-Qur’an Menjadi Inspirator Berdirinya Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Anak Badridduja

Atensi KH.Badri Mashduqi Dan Nyai Fatmah Mawardi Terhadap Al-Qur’an Menjadi Inspirator Berdirinya Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Anak Badridduja

KH.Badri Mashduqi amat tinggi atensinya terhadap Al-Qur’an. Jika beliau mendengar santrinya keliru se- makhroj atau sehuruf saja tidak tepat bacaannya (baca, membaca Al-Qur’an secara tajwid), maka dimana pun dia membacanya (baca Al-Qur’an) baik di tengah-tengah acara yang dilaksanakan di masyarakat, seperti ketika acara Tahlilan dan Yasinan, maupun di pesantren Badridduja maka beliau langsung seketika itu lantang menegurnya.

Selain itu, ibunda beliau, Nyai Hj.Fatmah Mawardi, pun amat tinggi atensinya terhadap Al-Qur’an. Beliau istiqomah dalam membaca, mengajari anak-anak atau santri-santri membaca Al-Qur’an. Nyai Fatmah amat telaten mengajari Al-Qur’an, beliau fashih baca Al-Qur’an, beliau pun amat bangga jika santri-santrinya telah khatam Al-Qur’an. Setiap tahun, di Madrasah-nya di Prenduan, Sumenep, kala acara Imtihan di Madrasah-nya dilaksanakan acara tasyakkuran. Dan bagi santri-santri Nyai Fatmah yang telah khatam, beliau menganjurkan kepada para orang tua mereka untuk menyembelih seekor kambing. Dengan demikian acara Imtihan di Madrasah beliau lebih meriah. Dan hal ini diakui oleh ibu saya sendiri (Riyani), sewaktu ibu saya ngaji dan jadi khaddamah beliau di Prenduan (red.), bercerita kepada saya, bahwa santri-santri Nyai Fatmah yang telah khatam Al-Qur’an dimeriahkan dengan acara Imtihan dan tasyakkuran—bagi orang tua atau wali murid yang telah putra-putrinya khatam Al-Qur’an—dengan menyembelih seekor kambing.

Dan secara pribadi, Nyai Fatmah terbiasa khatam Al-Qur’an, yang dikenal—menurut istilah Nyai Fatmah— “Ratibul Qur’an,” mengkhatamkan Al-Qur’an dengan menggunakan jadwal harian. Beliau mengkhususkan khataman ini, sebagaimana dalam catatan pribadi beliau, “Lamon arotib (Rotibul Qur’an yakni khatam Al-Qur’an) ekasalamet dunnya aherat, ekamolje ana’ poto (Jika me-rotib untuk kesalamatan dunia akhirat, untuk kemuliaan anak keturunan).”

Karena itulah, inisiatif di pesantren Badridduja untuk tahun depan (2019/2020) mendirikan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Anak Badridduja, selain untuk pengembangan pesantren, pun atensi dari para pendiri pesantren ini (Badridduja) terhadap Al-Qur’an dapatlah dijadikan inspirator dan motivator agar ke depan, dengan didirikannya Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Anak menjadikan pesantren Badridduja lebih berkembang dan semakin besar perhatian masyarakat untuk memondokkan putra-putrinya ke pesantren ini.

Kraksaan, 17 Muharram 1440 H./ 27 September 2018 M.

About admin

Check Also

Museum KH.Badri Mashduqi

Museum KH.Badri Mashduqi yang diprogram lembaga SBI (Syaikh Badri Institute) amatlah berharga dan menjadi kenangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *